Bandung Asri
Minggu, 15 Februari 2015
Senin, 09 Februari 2015
BANDUNG ASRI
BANDUNG ASRI
Sejarah Berdirinya Kota Bandung
Asal kata ”bandung” ada yang berpendapat berasal dari kata ”bandeng”. Dalam Bahasa Sunda, ngabandeng berarti genangan air yang luas dan nampak tenang, namun terkesan menyeramkan. Dari kata bandeng ini berubah bunyi menjadi ” bandung”. Asal kata bandung ini nampaknya berkaitan dengan peristiwa terbendungnya aliran sungai Citarum purba di daerah Padalarang oleh lahar Gunung Tangkuban Parahu yang meletus pada masa holosen ( + 60.000 Gn Meletustahun ? yang lalu). Akibatnya daerah antara Padalarang sampai Cicalengka sepanjang + 30 Km, dan daerah antara Gunung Tangkuban Parahu sampai Soreang + 50 Km terendam air menjadi danau besar yang kemudian disebut Danau Bandung Purba. Menurut penelitian arkeologi danau ini mulai surut secara beangsur-angsur pada masa neolitikum + 8000 – 7000 SM.
Secara historis, nama Bandung mulai dikenal sejak berdirinya pemerintahan Kabupaten Bandung sekitar abad ke 17. Sebelum Kabupaten Bandung berdiri wilayah ini disebut ”Tatar Ukur” yang wilayahnya mencakup sebagian besar Jawa Barat di bawah dominasi kerajaan Pajajaran. Sekitar Tahun 1579/1580 Kerajaan Sunda Pajajaran runtuh akibat gerakan pasukan Banten dalam usaha menyebarkan Islam di daerah Jawa Barat. Setelah Pajajaran runtuh maka Tatar Ukur menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Sumedang Larang yang diperintah oleh Prabu Geusan Ulun (1580-1608).
Tahun 1620 Kerajaan Sumedang Larang menjadi wilayah kekuasaan Mataram di bawah Sultan Agung. Tahun 1628 Sultan Agung memerintahkan Dipati Ukur ( Bupati Wedana Priangan) untuk membantu pasukan Mataram menyerang Kompeni di Batavia. Dipati Ukur gagal melaksanakan tugas ini dan akhirnya ia melakukan pemberontakan terhadap Sultan Agung.
Tahun 1632 Sultan Agung dapat memadamkan pemberontakan Dipati Ukur setelah mendapat bantuan dari 3 orang dari Priangan. Atas jasa-jasanya turut menumpas pemberontakan Dipati Ukur maka ketiga orang tersebut oleh Sultan Agung diangkat menjadi Kepala Daerah, yaitu: Ki Astamanggala diangkat menjadi Bupati Bandung dengan gelar Tumenggung Wiraangunangun, Tanubaya menjadi Bupati Parakanmuncang, dan Ngabehi Wirawangsa menjadi Bupati Sukapura. Ketiga orang ini dilantik berdasarkan Piagam Sultan Agung pada ping songo tahun Alif bulan Muharan atau bertepatan dengan hari Sabtu tanggal 20 April Tahun 1641.
Kabupaten Bandung berada di bawah pengaruh Mataram sampai akhir tahun 1677 karena setelah itu Bandung dibawah kekuasaan Kompeni Belanda (1677 – 1799). Hingga berakhirnya kekuasaan Kompeni-VOC tahun 1799 , Kabupaten Bandung beribukota di Krapyak (Dayeuh Kolot). Setelah kekuasaan Kompeni berakhir, kekuasaan di Nusantara diambil alih oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan Gubernur Jendralnya yang pertama yaitu Herman Willem Daendels (1808-1811).
Menurut naskah Sajarah Bandung, pada tahun 1809 Bupati Bandung Wiranatakusumah II beserta sejumlah rakyatnya pindah dari Karapyak (Dayeuh Kolot) ke daerah sebelah utara Kota Bandung. Salah satu alasan kepindahannya yaitu wilayah Karapyak sering dilanda banjir Citarum. Semula Bupati tinggal
Makam R.A Wiranata Kusumah II pendiri Bandung,di Jalan Dalem Kaum Bandung di Cikalintu (daerah Cipaganti), kemudian pindah ke Balubur Hilir. Ketika Daendels meresmikan pembangunan jembatan Cikapundung di Jl. Asia afrika sekarang, Bupati Bandungpun berada di sana. Daendels beserta Bupati berjalan ke arah timur sampai disuatu tempat (depan kantor Dinas P.U Jl. AA sekarang). Di tempat itu Daendels menancapkan tongkatnya sambil berkata:”Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!” (Usahakan, bila aku datang kembali ke sini, sebuah kota telah dibangun ). Sebagai tindak lanjut ucapannya Daendels mengeluarkan surat tertanggal 25 Mei 1810 yang isinya memerintahkan Bupati Bandung dan Bupati Parakanmuncang untuk memindahkan ibukota kabupaten masing-masing ke dekat Jalan Raya Pos.
Pindahnya Kabupaten Bandung ke Bandung bersamaan dengan pengangkatan Raden Suria menjadi Patih Parakanmuncang. Kedua momentum tersebut dikukuhkan dengan besluit (SK) tanggal 25 September 1810. Maka tanggal ini secara yuridis formal ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Bandung.
Tahun 1906 kota Bandung sebagai ibukota Kabupaten Bandung berubah statusnya menjadi Gemeente (kotapraja) yang berpemerintahan otonom. Komplek Situs makam Para Bupati Bandung Tempo Doeloe dan Makam Ibu Rd. Dewi Sartika (Jl. Karang Anyar Bandung) Komplek Situs makam Para Bupati Bandung Tempo Doeloe dan Makam Ibu Rd. Dewi Sartika.
Maka sejak itu pemerintahan Kabupaten Bandung terpisah dengan pemerintahan Gemeente Bandung (Kotapraja Bandung). Ketetapan itu semakin memperkuat fungsi Kota bandung sebagai pusat pemerintahan, terutama pemerintahan kolonial Belanda di Kota Bandung. Semula Gemeente Bandung dipimpin oleh Asisten Residen Priangan selaku Ketua Dewan Kota, tetapi sejak tahun 1933 Gemeente dipimpin oleh burgemeester (walikota).
Di sini dimakamkan para Bupati Bandung tempo doeloe dan Ibu Rd. Dewi Sartika Makam para Bupati Bandung tempo doeloe Keturunan RA. Wiranata Kusumah II dan Ibu Rd. Dewi Sartika(Jl. Karang Anyar Bandung). Menurut berbagai sumber pembangunan Kota Bandung sepenuhnya dilakukan oleh sejumlah rakyat dibawah pimpinan Bupati R.A Wiranatakusumah II. Oleh karena itu dapatlah dikatakan bahwa Bupati R.A Wiranatakusumah II adalah pendiri ( the founding father) Kota Bandung. Berikut adalah orang-orang yang pernah menjabat Bupati Bandung :
Tumenggung Wiraangunangun (1641 – 1681 ) : angkatan Mataram.
Tumenggung Nyili (1681), tidak lama karena mengikuti Sultan Banten.
Tumenggung Ardikusumah (1681 – 1704) : angkatan Kompeni.
Tumenggung Anggadireja I (1704 – 1747)
Tumenggung Anggadireja II (1747_1763)
R. Anggadireja III dengan gelar R.A Wiranatakusumah I (1763 – 1794)
R.A Wiranatakusumah II ( 1794 – 1829) : kolonial Belanda.
8. R.A Wiranatakusumah III (1829 – 1846)
R.A Wiranatakusumah IV (1846 – 1874)
R. Adipati Kusumahdilaga (1874-18930
RAA. Martanegara (1893 –1918)
Gemente ( Kotapraja) Bandung
E.A Maurenbrecher (exofficio) (1906 – 1907)
R.E Krijboom (exofficio) (1907 – 1908)
J.A. Van Der Ent (exofficio) (1909 – 1910)
J.J. Verwijk (ecofficio) (1910 – 1912)
C.C.B Van Vlenier dan (1912 – 1913)
B.Van Bijveld (exofficio) (1913 – 1920)
B. Coops (1920 – 1921)
S.A Reitsma (1921 – 1928)
B. Coops (1928 – 1934)
Ir. J.E.A. Van Volsogen Kuhr (1934 – 1936)
Mr. J.M. Wesselink (1936 – 1942)
N. Beets (1942 – 1945)
R.A Atmadinata (1945 – 1946)
R. Siamsurizal
Ir. Ukar Bratakusumah (1946 – 1949)
R. Enoch (1949 – 1956)
R. Priatna Kusumah (1956 – 1966)
R. Didi Jukardi (1966 – 1968)
Hidayat Sukarmadijaya (1968 – 1971)
R. Otje Djundjunan (1971 – 1976)
H. Ucu Junaedi (1976 – 1978)
R. Husein Wangsaatmaja (1978 – 1983)
H. Ateng Wahyudi (1983 – 1993)
Wahyu Hamijaya (1993 – 1998)
Aa Tarmana (1998 – 2003)
H. Dada Rosada (2003 – sekarang) Sumber: A. Sobana Hardjasaputra, Web site Kota Bandung , web site Kabupaten Bandung serta sumber lainnya.
Itu sejahrah singkat kota bandung.
14 Wisata Kota Bandung
Berikut ini wisata dalam kota Bandung, banyak tempat-tempat wisata dalam kota yang bisa anda kunjungi, ya mirip-mirip city tour yang ada di Singapore dan wisata Alam yg bisa memanjakan mata dengan keindahan alam yg asri.
1. Kebun Binatang
Kebun Binatang Bandung lumayan ramai, tiket masuk sekitar 20.000, lokasi ada di jalan Taman Sari, dekat ITB. Disana bisa bersantai sambil berteduh dibawah rindangnya pohon dan tiupan angin dingin di Bandung. Koleksi bonbin Bandung cukup lengkap. Selain itu fasilitasnya juga ndak mencekik leher, anda juga bisa naik perahu dan angsa kayuh di bagian bawah bonbin. Pokoknya murmer lah...
2. Jalan Braga
Kalau kejalan braga bisa wisata lihat bangunan kolonial. Disekitar jalan braga ada museum Asia Afrika disana, sering buat shooting dan foto preweding disini. Asik juga kalau sore hari jalan-jalan di Braga sambil cuci mata sama foto2...
3. Gedung Sate
Ini tempat yang layak anda kunjugi, sambil masuk dan berfoto ria di gedung tua tinggalan Belanda. Gedung ini merupakan landmark kota Bandung...jadi sayang kalau ndak sempat disamperin. Oiya, kalau pagi bisa asik sambil joging di Gasibu, lapangan depan Gedung Sate. Setelah dari gedung Sate anda bisa lihat2 museum geologi..mantap lho dan gratis lagi....
4. Masjid Agung Alun2
Kalau disini cocoknya sore atau malam hari, habis kalau siang hari panas, belum banyak pohon rindangnya. Kalau malam hari rame banget, banyak yang jualan makanan dan mainan. Anak2 sangat suka main kesini saat malam hari...
5. Pasar Baru
Ini surganya ibu2, bisa jadi masuk jam 8 pulang jam 5 sore...banyak sekali produk garmen dijual di pasar Baru. Tempat ini seperti surganya para wisatawan untuk menguras dompetnya...hati-hati juga kalau pas rame, kadang copet beraksi disini..
6. Kampus ITB
Ini tempat lumayan untuk ngadem...bisa jalan2 di jalan Ganesa sambil mampir Masjid Salman yang teduh. Kadang sore hari banyak burung jalak berkicau di rimbunnya pohon sekitar ITB. Asyik banget deh...
7. Kampus UPI ISOLA
Tempat ini lumayan juga buat olahraga dan santai. Karena posisinya ada di Bandung utara yang lumayan dingin serta ada beberapa bangunan kuno yang asik arsitekturnya. Masjidnya juga oke...
8. Punclut
Kawasan ini ada di Cieumbeuleuit Utara. Lokasinya ada di bukit. Sangat rame kalau weekend, malam hari pada makan dipinggir jalan sambil menikmati kerlip kota Bandung diwaktu malam..Romantis banget deh...Usahakan malam hari nongkrong disini..
9. Balai Kota
10. Taman Pramuka Ade Irma
Tempat ini murah meriah, tapi cocoknya untuk anak2. Banyak wahana mainan disini, tapi khusus buat anak, bapak dan ibunya nongkrong saja nungguin anak...
11. Taman Pasopati/ Taman Jomblo
Tempat ini adalah tempat berkumpulnya anak-anak muda karena dilengkapi sarana skate park untuk anak muda yg mempunyai hobi skate board.
12. Monumen Gasibu
Tempat ini terletak berderetan dengan gedung sate, tempat yang nyaman buat olahraga pagi. Dan Hari minggu ada bazar tempat jogging sekaligus belanja.
13. Kawah Putih
Kawah putihterletak diGunung Patuha, sebuah gunung yang terdapat di Jawa Barat. Ketinggian gunung ini adalah 2.386 meter. Kawah dari Gunung Patuha inilah yang dijadikan obyek wisata yang menarik dengan nama Kawah Putih.
Setelah memarkir kendaraan, kita harus menuruni tangga agar dapat lebih dekat dengan kawah gunung ini. Hati kita akan langsung berdecak kagum melihat keseluruhan dari tempat ini dari tangga atas. Pada tempat wisata ini, kita memang dapat secara dekat berada dalam kawah gunung bahkan kita dapat menyentuh airnya.
14. Sari Ater Hot Spring
Obyek wisata ini merupakan salah satu obyek terpopuler di Indonesia, para wisatawan dapat menikmati sumber mata air panas yang berasal dari kawah aktif Gunung Tangkubanparahu yang terletak tidak jauh dari obyek wisata sari ater, sumber mata air panas tersebut disajikan dalam bentuk kolam dan kamar rendam dengan desain yang unik, yang tersebar dibeberapa lokasi obyek wisata sari ater.Dengan luas areal 30 ha dan pesona alam khas pegunungan, Sari Ater hot spring resort banyak memberikan fasilitas wisata bagi para wisatawan yang berekreasi bersama keluarga selain untuk berendam juga dapat menikmati keindahan alam pegunungan yang masih asri.
BIG DISTRO ONLINE BANDUNG
1. SEPATU MACBETH
![]() | |
|
![]() |
| MACBETH KW 200.000 |
![]() |
| MACBETH KW 200.000 |
VIDEO MUSIK BANDUNG
Hip Hop Jajaka & Mojang Bandung Juara
RAIN IN SUMMER BAND
RAIN IN SUMMER ( PERJUANGAN )
Langganan:
Postingan (Atom)












